<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kuliahaja's Blog</title>
	<atom:link href="http://kuliahaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kuliahaja.wordpress.com</link>
	<description>semua tentang kuliah, dan permasalahannya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Mar 2009 07:16:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kuliahaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f4a9bea3e44cb608deda99ac8019a892?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Kuliahaja's Blog</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kuliahaja.wordpress.com/osd.xml" title="Kuliahaja&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kuliahaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tips Sukses Ujian Skripsi, Ujian Lisan dan Sidang Karya Tulis</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/22/tips-sukses-ujian-skripsi-ujian-lisan-dan-sidang-karya-tulis/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/22/tips-sukses-ujian-skripsi-ujian-lisan-dan-sidang-karya-tulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 07:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[trick and tips]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Tips Ujian Skripsi 1 &#8220;mampus deh gue, baru pertanyaan pertama aja, udah ngga bisa jawab&#8221; mungkin itu kalimat yang diucapan dalam hati, oleh mahasiswa yang lagi ujian lisan atau sidang, ketika kick off ujian sudah dimulai dan mulut terkunci ngga bisa jawab pertanyan pertama dari penguji. Keringat dingin pasti keluar, dan perasaan pasrah biasanya segera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=23&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-24" title="cover-skripsi-versi-2" src="http://kuliahaja.files.wordpress.com/2009/03/cover-skripsi-versi-2.jpg?w=441&#038;h=285" alt="cover-skripsi-versi-2" width="441" height="285" /></p>
<p>Tips Ujian Skripsi 1</p>
<p>&#8220;mampus deh gue, baru pertanyaan pertama aja, udah ngga bisa jawab&#8221; mungkin itu kalimat yang diucapan dalam hati, oleh mahasiswa yang lagi ujian lisan atau sidang, ketika kick off ujian sudah dimulai dan mulut terkunci ngga bisa jawab pertanyan pertama dari penguji. Keringat dingin pasti keluar, dan perasaan pasrah biasanya segera mengikuti. Agar kejadian ini tidak menimpa anda yang mau sidang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh anda pada saat sebelum, ketika sidang berlangsung, dan pada saat pasca sidang, yaitu:</p>
<p>1. siapkan ppt presentasi sebaik mungkin, dan praktekan terlebih dahulu dirumah, presentasilah didepan cermin, dan hitung waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan semua presentasi. segera kurangi slide yang tidak penting jika waktu presentasi terlalu panjang dibandingkan durasi yang <span id="more-23"></span>diijinkan</p>
<p>2. pakai baju yang bikin anda Pede. untuk wanita sebaiknya pakai baju yang sopan yang ngga banyak buka-bukaannya. penampilan rapi akan membantu memberikan hallo effect yang baik. penguji juga akan mengapresiasi anda secara positif.</p>
<p>3. datang 1 jam &#8211; 30 menit sebelumnya, untuk mempelajari situasi dan mencoba peralatan audio visual, termasuk multi media projector yang akan digunakan. siapa tau format file dan komputer anda tidak cocok dengan format multi media proyektornya.</p>
<p>4. siapkan file presentasi cadangan di flash disk anda, minimal dalam 2 format, ppt 2003 dan ppt 2007, sebagai back up siapa tahu komputer anda ngadat. atau file presentasi tiba-tiba diganggu virus atau makhluk halus lainnya.</p>
<p>5. siapkan hardcopy ppt anda untuk sejumlah penguji dan anda sendiri, siapa tahun mati aliran listrik secara tiba-tiba. tahu sendiri kan, gimana PLN sekarang ini. kalau ada hard copy anda masih bisa berpresentasi dengan bantuan semua audiens membaca hard copu ppt anda.</p>
<p>6. pilih posisi presentasi yang nyaman, dan tidak perpotensi untuk membelakangi audience. upayakan anda ada dalam posisi berhadapan (face to face) secara firm dengan audience.</p>
<p>7. presentasi dengan tenang. jaga kontak mata dengan audiens, hindari membaca tulisan yang ada di layar secara kaku, seperti pembaca berita TVRI. tulisan di ppt sebaiknya pointer saja, dan kalimat presentasi anda improvisasi sesuai dengan karakter anda.</p>
<p>8. jangan meniru gaya presentasi, cara bicara, dan bahasa tubuh orang lain. meskipun anda pengagum salah seorang tokoh populer dan terkenal, sebaiknya tidak meniru gaya mereka. Be Yourself.</p>
<p>9. tidak perlu panik dalam menjawab pertanyaan penguji. jangan langsung menjawab tapi konfirmasikan terlebih dahulu maksud pertanyaan dari si penguji. Yang harus dilakukan mahasiswa sebelum menjawab pertanyaan, adalah harus bertanya kembali. &#8220;Pak, apakah hal ini yang bapak maksud dalam pertanyaan itu?&#8221; jadi tugas mahasiswa sebelum menjawab pertanyaan ujian adalah mengkonfirmasi terlebih dahulu maksud dari pertanyaan si penguji.</p>
<p>10. jangan ngotot jika memang salah atau tidak bisa menjawab. lebih baik mengakomodasi kritik dan keberatan para penguji. jika sudah diakomodasi si penanya biasanya akan mati kutu, tidak bertanya lagi. ngotot akan membuat perdebatan menjadi tidak terkendali.</p>
<p>11. rekam semua presentasi dan tanya-jawab yang terjadi sebagai bahan untuk mengklarifikasi perbaikan dan saran-saran penyempurnaan.</p>
<p>12. segera menghadap pembimbing setelah ada selesai sidang, dan segera perbaiki naskan tulisan anda, sebelum momentum dan rasa malah menyerang anda.</p>
<p>13. selamat belajar dan berjuang!</p>
<p>Tips Ujian Skripsi 2</p>
<p>Benar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi.</p>
<p>Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.</p>
<p>Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis.</p>
<p>Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah &#8220;konfirmasi&#8221; atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well.</p>
<p>Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah &#8220;lubang jebakan&#8221; agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji.</p>
<p>Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu.</p>
<p>Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A.</p>
<p>Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=23&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/22/tips-sukses-ujian-skripsi-ujian-lisan-dan-sidang-karya-tulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuliahaja.files.wordpress.com/2009/03/cover-skripsi-versi-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover-skripsi-versi-2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>posting Full Tips dan Trik Membuat Skripsi yang Efektif (Lengkap)</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/22/posting-full-tips-dan-trik-membuat-skripsi-yang-efektif-lengkap/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/22/posting-full-tips-dan-trik-membuat-skripsi-yang-efektif-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 07:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[trick and tips]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[tugas akhir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Skripsi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar &#8220;lebih baik sakit gigi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=20&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-21" title="skripsi2" src="http://kuliahaja.files.wordpress.com/2009/03/skripsi2.jpg?w=269&#038;h=285" alt="skripsi2" width="269" height="285" /></p>
<p>Apa itu Skripsi</p>
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, skripsi adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar &#8220;lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi&#8221;.<span id="more-20"></span></p>
<p>skripsi adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai bagian untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi inilah yang juga menjadi salah satu pembeda antara jenjang pendidikan sarjana (S1) dan diploma (D3).</p>
<p>Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum &#8220;berhak&#8221; untuk menulis skripsi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal.</p>
<p>Skripsi tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).</p>
<p>Skripsi juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan<br />
menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1, skripsi adalah &#8220;belajar meneliti&#8221;.</p>
<p>Jadi, skripsi memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat.</p>
<p>Miskonsepsi tentang Skripsi</p>
<p>Banyak mahasiswa yang merasa bahwa skripsi hanya &#8220;ditujukan&#8221; untuk mahasiswa-mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Menurut saya pribadi, penulisan skripsi adalah kombinasi antara kemauan, kerja keras, dan relationships yang baik. Kesuksesan dalam menulis skripsi tidak selalu sejalan dengan tingkat kepintaran atau tinggi/rendahnya IPK mahasiswa yang bersangkutan. Seringkali terjadi mahasiswa dengan kecerdasan rata-rata air lebih cepat menyelesaikan skripsinya daripada mahasiswa yang di atas rata-rata.</p>
<p>Masalah yang juga sering terjadi adalah seringkali mahasiswa datang berbicara ngalor ngidul dan membawa topik skripsi yang terlalu muluk. Padahal, untuk tataran mahasiswa S1, skripsi sejatinya adalah belajar melakukan penelitian dan menyusun laporan menurut kaidah keilmiahan yang baku. Skripsi bukan untuk menemukan teori baru atau memberikan kontribusi ilmiah. Karenanya, untuk mahasiswa S1 sebenarnya replikasi adalah sudah cukup.</p>
<p>Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa penelitian, secara umum, terbagi dalam dua pendekatan yang berbeda: pendekatan saintifik dan pendekatan naturalis. Pendekatan saintifik (scientific approach) biasanya mempunyai struktur teori yang jelas, ada pengujian kuantitif (statistik), dan juga menolak grounded theory. Sebaliknya, pendekatan naturalis (naturalist approach) umumnya tidak menggunakan struktur karena bertujuan untuk menemukan teori, hipotesis dijelaskan hanya secara implisit, lebih banyak menggunakan metode eksploratori, dan sejalan dengan grounded theory.</p>
<p>Mana yang lebih baik antara kedua pendekatan tersebut? Sama saja. Pendekatan satu dengan pendekatan lain bersifat saling melengkapi satu sama lain (komplementer). Jadi, tidak perlu minder jika Anda mengacu pada pendekatan yang satu, sementara teman Anda menggunakan pendekatan yang lain. Juga, tidak perlu kuatir jika menggunakan pendekatan tertentu akan menghasilkan nilai yang lebih baik/buruk daripada menggunakan pendekatan yang lain.</p>
<p>Kiat Memilih Dosen Pembimbing</p>
<p>Dosen pembimbing (academic advisor) adalah vital karena nasib Anda benar-benar berada di tangannya. Memang benar bahwa dosen pembimbing bertugas mendampingi Anda selama penulisan skripsi. Akan tetapi, pada prakteknya ada dosen pembimbing yang &#8220;benar-benar membimbing&#8221; skripsi Anda dengan intens. Ada pula yang membimbing Anda dengan &#8220;melepas&#8221; dan memberi Anda kebebasan. Mempelajari dan menyesuaikan diri dengan dosen pembimbing adalah salah satu elemen penting yang mendukung kesuksesan Anda dalam menyusun skripsi.</p>
<p>Tiap universitas/fakultas mempunyai kebijakan tersendiri soal dosen pembimbing ini. Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing yang Anda inginkan. Tapi ada juga universitas/fakultas yang memilihkan dosen pembimbing buat Anda. Tentu saja lebih &#8220;enak&#8221; kalau Anda bisa memilih sendiri dosen pembimbing untuk skripsi Anda.</p>
<p>Lalu, bagaimana memilih dosen pembimbing yang benar-benar tepat?</p>
<p>Secara garis besar, dosen bisa dikategorikan sebagai: (1) Dosen senior, dan (2) Dosen junior. Dosen senior umumnya berusia di atas 40-an tahun, setidaknya bergelar doktor (atau professor), dengan jam terbang yang cukup tinggi. Sebaliknya, dosen junior biasanya berusia di bawah 40 tahun, umumnya masih bergelar master, dan masih gampang dijumpai di lingkungan kampus.</p>
<p>Tentu saja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, kalau Anda memilih dosen pembimbing senior, biasanya Anda akan mengalami kesulitan sebagai berikut:</p>
<p>* Proses bimbingan cukup sulit, karena umumnya dosen senior sangat perfeksionis.<br />
* Anda akan kesulitan untuk bertemu muka karena umumnya dosen senior memiliki jam terbang tinggi dan jadwal yang sangat padat.</p>
<p>Tapi, keuntungannya:</p>
<p>* Kualitas skripsi Anda, secara umum, akan lebih memukau daripada rekan Anda.<br />
* Anda akan &#8220;tertolong&#8221; saat ujian skripsi/pendadaran, karena dosen penguji lain (yang kemungkinan masih junior/baru bergelar master) akan merasa sungkan untuk &#8220;membantai&#8221; Anda.<br />
* Dalam beberapa kasus, bisa dipastikan Anda akan mendapat nilai A.</p>
<p>Sebaliknya, kalau Anda memilih dosen pembimbing junior, maka Anda akan lebih mudah selama proses bimbingan. Dosen Anda akan mudah dijumpai di lingkungan kampus karena jam terbangnya belum terlalu tinggi. Dosen muda umumnya juga tidak &#8220;jaim&#8221; dan &#8220;tidak sok&#8221; kepada mahasiswanya.</p>
<p>Tapi, kerugiannya, Anda akan agak &#8220;sendirian&#8221; ketika menghadapi ujian skripsi. Kalau dosen penguji lain lebih senior daripada dosen pembimbing Anda, bisa dipastikan Anda akan &#8220;dihajar&#8221; cukup telak. Dan dosen pembimbing Anda tidak berada dalam posisi yang bisa membantu/membela Anda.</p>
<p>Jadi, hati-hati juga dalam memilih dosen pembimbing.</p>
<p>Tahap-tahap Persiapan dalam menyusun skripsi</p>
<p>Kalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik dan menawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbing sedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan &#8220;ditarik&#8221; masuk ke dalamnya. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karena segalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing.</p>
<p>Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu. Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal. Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan.</p>
<p>Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semester tersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal.</p>
<p>Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.</p>
<p>Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai dan lebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasi topik-topik lawas, penguji biasanya sudah &#8220;hafal di luar kepala&#8221; sehingga akan sangat mudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya.</p>
<p>Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacu pada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari dan menelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebih mudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980.</p>
<p>Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu saja proposal tidak selalu harus ditulis secara &#8220;baku&#8221;. Bisa saja ditulis secara garis besar (pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Anda selama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisa menjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepada dosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baik bahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi dengan baik.</p>
<p>Hal-hal yang Perlu Dilakukan dalam menyusun skripsi</p>
<p>Siapkan Diri. Hal pertama yang wajib dilakukan adalah persiapan dari diri Anda sendiri. Niatkan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menulis skripsi. Persiapkan segalanya dengan baik. Lakukan dengan penuh kesungguhan dan harus ada kesediaan untuk menghadapi tantangan/hambatan seberat apapun.</p>
<p>Minta Doa Restu. Saya percaya bahwa doa restu orang tua adalah tiada duanya. Kalau Anda tinggal bersama orang tua, mintalah pengertian kepada mereka dan anggota keluarga lainnya bahwa selama beberapa waktu ke depan Anda akan konsentrasi untuk menulis skripsi. Kalau Anda tinggal di kos, minta pengertian dengan teman-teman lain. Jangan lupa juga untuk membuat komitmen dengan pacar. Berantem dengan pacar (walau sepele) bisa menjatuhkan semangat untuk menyelesaikan skripsi.</p>
<p>Buat Time Table. Ini penting agar penulisan skripsi tidak telalu time-consuming. Buat planning yang jelas mengenai kapan Anda mencari referensi, kapan Anda harus mendapatkan judul, kapan Anda melakukan bimbingan/konsultasi, juga target waktu kapan skripsi harus sudah benar-benar selesai.</p>
<p>Berdayakan Internet. Internet memang membuat kita lebih produktif. Manfaatkan untuk mencari referensi secara cepat dan tepat untuk mendukung skripsi Anda. Bahan-bahan aktual bisa ditemukan lewat Google Scholar atau melalui provider-provider komersial seperti EBSCOProQuest.</p>
<p>Jadilah Proaktif. Dosen pembimbing memang &#8220;bertugas&#8221; membimbing Anda. Akan tetapi, Anda tidak selalu bisa menggantungkan segalanya pada dosen pembimbing. Selalu bersikaplah proaktif. Mulai dari mencari topik, mengumpulkan bahan, &#8220;mengejar&#8221; untuk bimbingan, dan seterusnya.</p>
<p>Be Flexible. Skripsi mempunyai tingkat &#8220;ketidakpastian&#8221; tinggi. Bisa saja skripsi anda sudah setengah jalan tetapi dosen pembimbing meminta Anda untuk mengganti topik. Tidak jarang dosen Anda tiba-tiba membatalkan janji untuk bimbingan pada waktu yang sudah disepakati sebelumnya. Terkadang Anda merasa bahwa kesimpulan/penelitian Anda sudah benar, tetapi dosen Anda merasa sebaliknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan tidak usah merasa sakit hati dengan hal-hal yang demikian itu.</p>
<p>Jujur. Sebaiknya jangan menggunakan jasa &#8220;pihak ketiga&#8221; yang akan membantu membuatkan skripsi untuk Anda atau menolong dalam mengolah data. Skripsi adalah buah tangan Anda sendiri. Kalau dalam perjalanannya Anda benar-benar tidak tahu atau menghadapi kesulitan besar, sampaikan saja kepada dosen pembimbing Anda. Kalau disampaikan dengan tulus, pastilah dengan senang hati ia akan membantu Anda.</p>
<p>Siapkan Duit. Skripsi jelas menghabiskan dana yang cukup lumayan (dengan asumsi tidak ada sponsorships). Mulai dari akses internet, biaya cetak mencetak, ongkos kirim kuesioner, ongkos untuk membeli suvenir bagi responden penelitian, biaya transportasi menuju tempat responden, dan sebagainya. Jangan sampai penulisan skripsi macet hanya karena kehabisan dana. Ironis kan?</p>
<p>Format Skripsi yang Benar</p>
<p>Biasanya, setiap fakultas/universitas sudah menerbitkan acuan/pedoman penulisan hasil penelitian yang baku. Mulai dari penyusunan konten, tebal halaman, jenis kertas dan sampul, hingga ukuran/jenis huruf dan spasi yang digunakan. Akan tetapi, secara umum format hasil penelitian dibagi ke dalam beberapa bagian sebagai berikut.</p>
<p>Pendahuluan. Bagian pertama ini menjelaskan tentang isu penelitian, motivasi yang melandasi penelitian tersebut dilakukan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penelitian ini, dan kontribusi yang akan diberikan dari penelitian ini.</p>
<p>Pengkajian Teori &amp; Pengembangan Hipotesis. Setelah latar belakang penelitian dipaparkan jelas di bab pertama, kemudian dilanjutkan dengan kaji teori dan pengembangan hipotesis. Pastikan bahwa bagian ini align juga dengan bagian sebelumnya. Mengingat banyak juga mahasiswa yang “gagal” menyusun alignment ini. Akibatnya, skripsinya terasa kurang make sense dan nggak nyambung.</p>
<p>Metodologi Penelitian. Berisi penjelasan tentang data yang digunakan, pemodelan empiris yang dipakai, tipe dan rancangan sampel, bagaimana menyeleksi data dan karakter data yang digunakan, model penelitian yang diacu, dan sebagainya.</p>
<p>Hasil Penelitian. Bagian ini memaparkan hasil pengujian hipotesis, biasanya meliputi hasil pengolahan secara statistik, pengujian validitas dan reliabilitas, dan diterima/tidaknya hipotesis yang diajukan.</p>
<p>Penutup. Berisi ringkasan, simpulan, diskusi, keterbatasan, dan saran. Hasil penelitian harus disarikan dan didiskusikan mengapa hasil yang diperoleh begini dan begitu. Anda juga harus menyimpulkan keberhasilan tujuan riset yang dapat dicapai, manakah hipotesis yang didukung/ditolak, keterbatasan apa saja yang mengganggu, juga saran-saran untuk penelitian mendatang akibat dari keterbatasan yang dijumpai pada penelitian ini.</p>
<p>Jangan lupa untuk melakukan proof-reading dan peer-review. Proof-reading dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan tulis (typo) maupun ketidaksesuaian tata letak penulisan skripsi. Peer-review dilakukan untuk mendapatkan second opinion dari pihak lain yang kompeten. Bisa melalui dosen yang Anda kenal baik (meski bukan dosen pembimbing Anda), kakak kelas/senior Anda, teman-teman Anda yang dirasa kompeten, atau keluarga/orang tua (apabila latar belakang pendidikannya serupa dengan Anda).</p>
<p>Beberapa Kesalahan Pemula dalam membuat Skripsi</p>
<p>Ketidakjelasan Isu. Isu adalah titik awal sebelum melakukan penelitian. Isu seharusnya singkat, jelas, padat, dan mudah dipahami. Isu harus menjelaskan tentang permasalahan, peluang, dan fenomena yang diuji. Faktanya, banyak mahasiswa yang menuliskan isu (atau latar belakang) berlembar-lembar, tetapi sama sekali sulit untuk dipahami.</p>
<p>Tujuan Riset &amp; Tujuan Periset. Tidak jarang mahasiswa menulis “sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar kesarjanaan” sebagai tujuan risetnya. Hal ini adalah kesalahan fatal. Tujuan riset adalah menguji, mengobservasi, atau meneliti fenomena dan permasalahan yang terjadi, bukan untuk mendapatkan gelar S1.</p>
<p>Bab I : Bagian Terpenting. Banyak mahasiswa yang mengira bahwa bagian terpenting dari sebuah skripsi adalah bagian pengujian hipotesis. Banyak yang menderita sindrom ketakutan jika nantinya hipotesis yang diajukan ternyata salah atau ditolak. Padahal, menurut saya, bagian terpenting skripsi adalah Bab I. Logikanya, kalau isu, motivasi, tujuan, dan kontribusi riset bisa dijelaskan secara runtut, biasanya bab-bab berikutnya akan mengikuti dengan sendirinya. (baca juga: Joint Hypotheses)</p>
<p>Padding. Ini adalah fenomena yang sangat sering terjadi. Banyak mahasiswa yang menuliskan terlalu banyak sumber acuan dalam daftar pustaka, walaupun sebenarnya mahasiswa yang bersangkutan hanya menggunakan satu-dua sumber saja. Sebaliknya, banyak juga mahasiswa yang menggunakan beragam acuan dalam skripsinya, tetapi ketika ditelusur ternyata tidak ditemukan dalam daftar acuan.</p>
<p>Joint Hypotheses. Menurut pendekatan saintifik, pengujian hipotesis adalah kombinasi antara fenomena yang diuji dan metode yang digunakan. Dalam melakukan penelitian ingatlah selalu bahwa fenomena yang diuji adalah sesuatu yang menarik dan memungkinkan untuk diuji. Begitu pula dengan metode yang digunakan, haruslah metode yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kalau keduanya terpenuhi, yakinlah bahwa skripsi Anda akan outstanding. Sebaliknya, kalau Anda gagal memenuhi salah satu (atau keduanya), bersiaplah untuk dibantai dan dicecar habis-habisan.</p>
<p>Keterbatasan &amp; Kemalasan. Mahasiswa sering tidak bisa membedakan antara keterbatasan riset dan “kemalasan riset”. Keterbatasan adalah sesuatu hal yang terpaksa tidak dapat terpenuhi (atau tidak dapat dilakukan) karena situasi dan kondisi yang ada. Bukan karena kemalasan periset, ketiadaan dana, atau sempitnya waktu.</p>
<p>Kontribusi Riset. Ini penting (terutama) jika penelitian Anda ditujukan untuk menarik sponsor atau dibiayai dengan dana pihak sponsor. Kontribusi riset selayaknya dijelaskan dengan lugas dan gamblang, termasuk pihak mana saja yang akan mendapatkan manfaat dari penelitian ini, apa korelasinya dengan penelitian yang sedang dilakukan, dan seterusnya. Kegagalan dalam menjelaskan kontribusi riset akan berujung pada kegagalan mendapatkan dana sponsor.</p>
<p>Menghadapi Ujian Skripsi</p>
<p>Benar. Banyak mahasiswa yang benar-benar takut menghadapi ujian skripsi (oral examination). Terlebih lagi, banyak mahasiswa terpilih yang jenius tetapi ternyata gagal dalam menghadapi ujian pendadaran. Di dalam ruang ujian sendiri tidak jarang mahasiswa mengalami ketakutan, grogi, gemetar, berkeringat, yang pada akhirnya menggagalkan ujian yang harus dihadapi.</p>
<p>Setelah menulis skripsi, Anda memang harus mempertahankannya di hadapan dewan penguji. Biasanya dewan penguji terdiri dari satu ketua penguji dan beberapa anggota penguji. Lulus tidaknya Anda dan berapa nilai yang akan Anda peroleh adalah akumulasi dari skor yang diberikan oleh masing-masing penguji. Tiap penguji secara bergantian (terkadang juga keroyokan) akan menanyai Anda tentang skripsi yang sudah Anda buat. Waktu yang diberikan biasanya berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.</p>
<p>Ujian skripsi kadang diikuti juga dengan ujian komprehensif yang akan menguji sejauh mana pemahaman Anda akan bidang yang selama ini Anda pelajari. Tentu saja tidak semua mata kuliah diujikan, melainkan hanya mata kuliah inti (core courses) saja dengan beberapa pertanyaan yang spesifik, baik konseptual maupun teknis.</p>
<p>Grogi, cemas, kuatir itu wajar dan manusiawi. Akan tetapi, ujian skripsi sebaiknya tidak perlu disikapi sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan. Ujian skripsi adalah &#8220;konfirmasi&#8221; atas apa yang sudah Anda lakukan. Kalau Anda melakukan sendiri penelitian Anda, tahu betul apa yang Anda lakukan, dan tidak grogi di ruang ujian, bisa dipastikan Anda akan perform well.</p>
<p>Cara terbaik untuk menghadapi ujian skripsi adalah Anda harus tahu betul apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda teliti. Siapkan untuk melakukan presentasi. Akan tetapi, tidak perlu Anda paparkan semuanya secara lengkap. Buatlah “lubang jebakan” agar penguji nantinya akan menanyakan pada titik tersebut. Tentu saja, Anda harus siapkan jawabannya dengan baik. Dengan begitu Anda akan tampak outstanding di hadapan dewan penguji.</p>
<p>Juga, ada baiknya beberapa malam sebelum ujian, digiatkan untuk berdoa atau menjalankan sholat tahajud di malam hari. Klise memang. Tapi benar-benar sangat membantu.</p>
<p>Jujur saja, saya (dulu) menyelesaikan skripsi dalam tempo 4 minggu tanpa ada kendala dan kesulitan yang berarti. Dosen pembimbing saya adalah seorang professor dengan jam terbang sangat tinggi. Selama berada dalam ruang ujian, kami lebih banyak berbicara santai sembari sesekali tertawa. Dan Alhamdulillah saya mendapat nilai A.</p>
<p>Bukan. Bukan saya bermaksud sombong, tetapi hanya untuk memotivasi Anda. Kalau saya bisa, seharusnya Anda sekalian pun bisa.</p>
<p>Pasca Ujian Skripsi</p>
<p>Banyak yang mengira, setelah ujian skripsi segalanya selesai. Tinggal revisi, bawa ke tukang jilid/fotokopi, urus administrasi, daftar wisuda, lalu traktir makan teman-teman. Memang benar. Setelah Anda dinyatakan lulus ujian skripsi, Anda sudah berhak menyandang gelar sarjana yang selama ini Anda inginkan.</p>
<p>Faktanya, lulus ujian skripsi saja sebenarnya belum terlalu cukup. Sebenarnya Anda bisa melakukan lebih jauh lagi dengan skripsi Anda. Caranya?</p>
<p>Cara paling gampang adalah memodifikasi dan memperbaiki skripsi Anda untuk kemudian dikirimkan pada media/jurnal publikasi. Cara lain, kalau Anda memang ingin serius terjun di dunia ilmiah, lanjutkan dan kembangkan saja penelitian/skripsi Anda untuk jenjang S2 atau S3. Dengan demikian, kelak akan semakin banyak penelitian dan publikasi yang mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi bangsa ini.</p>
<p>Bukan apa-apa, saya cuma ingin agar bangsa ini bisa lebih cerdas dan arif dalam menciptakan serta mengelola pengetahuan. Sekarang mungkin kita memang tertinggal dari bangsa lain. Akan tetapi, dengan melakukan penelitian, membuat publikasi, dan seterusnya, bangsa ini bisa cepat bangkit mengejar ketertinggalan.</p>
<p>Jadi, menyusun skripsi itu sebenarnya mudah kan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=20&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/22/posting-full-tips-dan-trik-membuat-skripsi-yang-efektif-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kuliahaja.files.wordpress.com/2009/03/skripsi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">skripsi2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Temukan Bakteri &#8220;Penyebab-hujan&#8221;</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/ilmuwan-temukan-bakteri-penyebab-hujan/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/ilmuwan-temukan-bakteri-penyebab-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 09:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[mau tau aja]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Washington (ANTARA News) &#8211; Satu tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Perancis telah menemukan bukti bahwa bakteri &#8220;penyebab-hujan&#8221; tersebar luas di atmosfir. Partikel biologi itu dapat sangat mempengaruhi lingkaran hujan, sehingga mempengaruhi cuaca, produksi pertanian dan bahkan pemanasan global. Temuan baru tersebut disiarkan di jurnal Science yang dikutip Xinhua, Jumat. Tim penelitian itu mengkaji curah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=14&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Washington (ANTARA News) &#8211; Satu tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Perancis telah menemukan bukti bahwa bakteri &#8220;penyebab-hujan&#8221; tersebar luas di atmosfir.</p>
<p>Partikel biologi itu dapat sangat mempengaruhi lingkaran hujan, sehingga mempengaruhi cuaca, produksi pertanian dan bahkan pemanasan global. Temuan baru tersebut disiarkan di jurnal Science yang dikutip Xinhua, Jumat.</p>
<p>Tim penelitian itu mengkaji curah hujan dari berbagai lokasi di Bumi dan memperlihatkan bahwa inti es paling aktif &#8211;dasar yang meningkatkan pembentukan es&#8211; bersumber dari biologi. Itu penting karena pembentukan es di awan diperlukan untuk menghasilkan salju dan sebagian besar curah hujan.</p>
<p>Para peneliti telah menemukan dasar es biologi dalam contoh air hujan dari Antartika hingga Louisiana &#8211;bahan itu ada di mana-mana.</p>
<p>Partikel jelaga dan debu dapat menjadi dasar es, tapi dasar es biologi mampu memicu pembekuan pada temperatur yang jauh lebih hangat.</p>
<p>Konsep bakteri penyebab-hujan tak jauh berbeda. Banyak tempat ski menggunakan baktei pembuat-es yang tersedia secara komersial dalam bentuk beku untuk membuat salju ketika temperatur hanya beberapa deraja di bawah titik beku.</p>
<p>Apa yang membut penelitian itu lebih rumit ialah bakteri pembuat-es yang paling banyak diketahui adalah patogen tanaman. Patogen tersebut, yang pada dasarnya adalah kuman, dapat mengakibatkan luka beku pada tanaman, sehingga mengakibatkan dampak ekonomi yang merusak pada hasil panen.</p>
<p>&#8220;Karena kasus itu sering terjadi pada patogen bakteri, tahap lain lingkaran hidup mereka seringkali terabaikan karena pusat kepentingan pada peran mereka pada tanaman dan kesehatan hewan,&#8221; kata Bren Christner, salah seorang penulis studi tersebut dari Lousiana State University.</p>
<p>&#8220;Angkutan melalui atmosfir adalah strategi penyebaran yang sangat efisien, sehingga kemampuan patogen untuk mempengaruh curah hujan dari atmosfir akan menguntungkan dalam menemukan sumber baru.&#8221;</p>
<p>Mungkin saja bahwa atmosfir merupakan satu bagian lingkaran infeksi, tempat bakteri menulari tanaman, menggandakan diri, menyemprot ke dalam atmosfir dan kemudian dikirim ke tanaman baru melalui curah hujan di atmosfir.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan peran yang dimainkan oleh partikel biologi dalam proses atmosfir telah terlewatkan. Hasil kami menyediakan janin bagi ilmuwan atmosfir untuk mulai memikirkan peran yang dimainkan partikel ini dalam menghasilkan hujan,&#8221; kata Christner.(*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=14&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/ilmuwan-temukan-bakteri-penyebab-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>trik menghadapi operasi lalu lintas</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/trik-menghadapi-operasi-lalu-lintas/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/trik-menghadapi-operasi-lalu-lintas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[trick and tips]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[razia polisi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[BAgi temen-temen yang bawa mobil, kereta bemo dan sebagainya&#8230;. ni ada trik bagaimana menghadapin polisi: banyak cara yang bisa kita lakukan jika kita kejebak dalam sebuah operasi lalu lintas. beberapa cara yang bisa anda lakukan agar bisa lolos dari jerat polisi adalah sebagai berikut: 1. secara pelan-pelan hentikan motor kamu 2. turunkan jagrag pelan-pelan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=12&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAgi temen-temen yang bawa mobil, kereta bemo dan sebagainya&#8230;. ni ada trik bagaimana menghadapin polisi:<br />
banyak cara yang bisa kita lakukan jika kita kejebak dalam sebuah operasi lalu lintas. beberapa cara yang bisa anda lakukan agar bisa lolos dari jerat polisi adalah sebagai berikut:<br />
1. secara pelan-pelan hentikan motor kamu<br />
2. turunkan jagrag pelan-pelan dan dengan tenang<br />
3. chit-chat dulu dech dengan si polisi yang udah nyegat kamu<br />
4. keluarin sim kamu<br />
5. kemudian keluarin STNK kamu<br />
6. lalu, udah deh kamu boleh pergi&#8230;</p>
<p>he he&#8230;&#8230;</p>
<p>itu menghadapi lho (bukan menghindari) he he he&#8230;. &#8230;</p>
<p>Selamat mencoba&#8230;.<br />
heheheh</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=12&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/trik-menghadapi-operasi-lalu-lintas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Menekan Biaya Kuliah</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/strategi-menekan-biaya-kuliah/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/strategi-menekan-biaya-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[trick and tips]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[strategi kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi adalah tahun ajaran baru bagi mereka yang baru masuk ke sekolah tinggi, entah itu sekolah tinggi, akademi, institut atau apa pun. Beberapa dari Anda yang memiliki anak umur 18 atau 19 tahun yang akan masuk ke sekolah itu mungkin masih belum memutuskan sekolah mana yang tepat untuk anak Anda. Bisa karena alasan lokasi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=10&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebentar lagi adalah tahun ajaran baru bagi mereka yang baru masuk ke sekolah tinggi, entah itu sekolah tinggi, akademi, institut atau apa pun. Beberapa dari Anda yang memiliki anak umur 18 atau 19 tahun yang akan masuk ke sekolah itu mungkin masih belum memutuskan sekolah mana yang tepat untuk anak Anda. Bisa karena alasan lokasi, mutu, atau yang paling sering: karena masalah biaya.</p>
<p>Bagaimana kalau pada saat ini anak Anda yang berumur 18/19 tahun datang kepada Anda, duduk dan mengatakan: &#8220;Mama/Papa, tolong belikan saya mobil baru. Saya tadi melihat mobil baru di koran, dan sepertinya mobil itu cocok buat saya. Saya perlu mobil supaya gampang pergi ke mana-mana. Harganya cuma Rp 45 juta. Beli, ya?&#8221;</p>
<p>Apa jawaban Anda? Mungkin Anda akan menolaknya. &#8220;Enak saja&#8230; Memangnya dia pikir orang tuanya ini pohon uang, apa?&#8221; Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada seorang pun anak Anda yang bisa datang seenaknya kepada Anda dan minta dibelikan mobil baru.</p>
<p>Tapi bagaimana kalau anak Anda datang kepada Anda, duduk, dan mengatakan: &#8220;Mama/Papa, saya sudah lihat tiga sekolah yang menurut saya cukup baik. Saya hitung-hitung, sampai lulus cuma perlu bayar Rp 60 juta. Jadi sekitar Rp 12 juta setahun. Saya ingin masuk ke situ. Bisa, ya?&#8221;</p>
<p>Apa jawab Anda? Bukan hanya Anda dan suami/istri akan mengiyakan, tapi mungkin bersedia me-lakukan apa pun supaya anak Anda bisa masuk ke sekolah yang dia inginkan. Anda mungkin akan menguras semua isi tabungan Anda, pinjam uang ke bank, atau mengambil pekerjaan sampingan.</p>
<p>Malah ada lagi cara yang paling mudah, yakni pinjam uang ke saudara. &#8220;Ini menyangkut masa depan anak, lo&#8230;&#8221; begitu pikir Anda. &#8220;Jika saya tidak menyanggupinya, berarti saya mungkin akan menghancurkan masa depan anak saya. Uang tidak jadi masalah buat kita. Saya akan pinjam uang kalau perlu. Yang penting dia bisa kuliah di tempat yang dia inginkan.&#8221;</p>
<p>Yah, kalau pada saat ini Anda tidak memiliki uang cukup untuk mampu membayar biaya kuliah di tempat yang diinginkan anak Anda, maka uang yang Anda pinjam dari bank atau dari saudara untuk bisa membayar biaya kuliah tersebut bisa membuat Anda terpuruk dalam hutang. Entah itu selama beberapa bulan atau beberapa tahun.</p>
<p>Kalau begitu halnya, kenapa Anda tidak mencoba mengakali (baca: menekan) biaya kuliah anak Anda di perguruan tinggi? Ada beberapa strategi yang saya sarankan:</p>
<p>* Strategi 1: Bandingkan penghasilan yang kelak akan didapat dengan biaya yang mesti dikeluarkan sekarang</p>
<p>Kalau Anda perhatikan, sebetulnya Anda tidak harus selalu menyekolahkan anak Anda ke perguruan tinggi yang mahal. Sebagai contoh adalah bila anak Anda ingin menjadi seorang antropolog.</p>
<p>Antropolog adalah profesi yang luar biasa dan saya memberikan respek penuh kepada profesi ini. Tapi harus diakui, pada kenyataannya profesi antropolog di Indonesia tidak akan mendapatkan penghasilan yang bisa dikatakan besar. Karena itu, daripada menyekolah-kan anak Anda ke jurusan antropologi di universitas yang mahal, kenapa Anda tidak mempertimbangkan jurusan antropologi di perguruan tinggi yang lebih murah biayanya? Toh itu tidak akan mempengaruhi income anak Anda kelak, kan?</p>
<p>Berkaitan dengan strategi 1 ini ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui:<br />
* Kebanyakan perusahaan tidak peduli di mana Anda sekolah. Buat mereka, sudah cukup bila Anda memiliki gelar tertentu seperti S1, misalnya. Ini karena mereka sebetulnya lebih melihat bagaimana pengalaman Anda dan bagaimana kemampuan Anda dalam menjalankan pekerjaan Anda.</p>
<p>Kalau Anda tidak percaya, coba Anda tanyakan hal ini ke bagian SDM di perusahaan Anda, orang macam apa yang akan mereka terima sebagai karyawan baru: mereka yang kuliah di sekolah mahal dan bergengsi tapi kemampuan pas-pasan, atau mereka yang lulusan sekolah tidak terkenal tapi keterampilannya oke.</p>
<p>* Banyak sekali lulusan universitas yang pada akhirnya bekerja di bidang yang jauh berbeda dengan bidang yang mereka tempuh dulu ketika kuliah. Coba ingat-ingat lagi bidang pekerjaan macam apa yang dijalani teman kuliah Anda dulu. Atau lihat teman-teman kerja Anda pada saat ini, apakah semua dari mereka kuliah di bidang yang sama dengan pekerjaan mereka saat ini.</p>
<p>* Banyak sekali lulusan universitas yang sulit dapat kerja, atau hanya bekerja beberapa tahun saja dan kembali ke rumah untuk membesarkan anak. Malahan banyak di antara mereka yang tidak pernah lagi bekerja. Atau, ada juga yang baru kembali bekerja setelah 10 atau 20 tahun berada di rumah (kebanyakan dari mereka ada yang kembali ke sekolah untuk menyegarkan ingatan mereka kembali sebelum mereka kembali masuk ke dunia kerja).</p>
<p>* Strategi 2: Cari sekolah S1 yang lebih murah kalau anak Anda ingin terus ke jenjang S2.</p>
<p>Bila anak Anda berencana untuk memasuki bidang pekerjaan yang mensyaratkan gelar S2, akan lebih baik bila Anda mencari sekolah S1 yang tidak mahal. Ini karena sekolah S2 sendiri pada saat ini sudah cukup tinggi biayanya, dan untuk bisa masuk ke sekolah S2, kebanyakan dari sekolah-sekolah S2 itu tidak mensyaratkan agar anak Anda harus lebih dulu masuk ke sekolah S1 yang mahal. Jadi, kenapa Anda harus mencari sekolah S1 yang mahal kalau dengan sekolah S1 yang berbiaya lebih murah anak Anda punya kesempatan yang sama dengan anak-anak lain untuk masuk ke Sekolah S2?</p>
<p>* Strategi 3: Beritahu anggaran biaya Anda pada anak Anda &#8211; atau kalau perlu libatkan saja dia sekalian.</p>
<p>Anak Anda mungkin mengatakan: &#8220;Saya mau sekolah di universitas itu atau ini.&#8221; Dia tidak mengetahui biayanya sama sekali, dan Anda-lah yang harus mencari tahu berapa biayanya. Dan bila biaya sekolah itu cukup mahal, Anda jadi berpikir-pikir bagaimana caranya agar bisa membayar biayanya. Daripada melakukan hal itu, coba Anda pertimbangkan cara berikut:</p>
<p>Tentukan sendiri berapa batas rupiah yang ingin Anda keluarkan untuk membayar biaya kuliah anak Anda. Lalu, tunjukkan angka ini ke anak Anda dan katakan bahwa ia harus memilih sekolah yang biayanya tidak lebih dari angka yang Anda tunjukkan.</p>
<p>Atau, minta agar anak Anda yang mengajukan sekolah-sekolah yang sesuai dengan keinginannya, lengkap dengan biayanya serta cara pembayarannya. Ini akan membuatnya mencari tahu sendiri biaya-biaya itu dengan datang langsung ke sekolah yang ia inginkan. Dengan demikian, secara tidak langsung anak Anda akan mengetahui dan bisa &#8220;merasakan&#8221; apakah biaya kuliah di tempat yang ia inginkan itu memang mahal atau tidak.</p>
<p>Terserah Anda mau percaya atau tidak, tetapi dengan cara seperti ini, anak Anda mungkin akan mau mengusulkan sekolah yang lebih murah dibanding sekolah lain yang lebih mahal dengan bidang kuliah yang sama. Bila ia tidak mengusulkannya, mungkin Anda yang harus melakukannya.</p>
<p>* * *<br />
Pada saat ini, biaya kuliah di universitas swasta yang cukup ternama di Indonesia adalah Rp 60 juta hingga lulus. Setelah lima tahun kuliah dan lulus, maka si sarjana baru akan bekerja dan mendapatkan gaji sebesar, katakan saja Rp 1 juta per bulan.</p>
<p>Dengan asumsi bahwa gaji itu akan naik 15 persen per tahun, maka sarjana itu cuma perlu waktu 4 tahun 1 bulan untuk bisa mendapatkan kembali Rp 60 jutanya. Tentunya dengan asumsi bahwa semua gajinya tidak dibelanjakan.</p>
<p>Bagaimana kalau hanya 80 persen yang dibelanjakan? Ini berarti ada 20 persen dari penghasilan itu yang disisihkan untuk bisa mengembalikan Rp 60 juta tadi. Jika demikian, seberapa lama si sarjana itu bisa mengumpulkan kembali biaya kuliahnya yang Rp 60 juta? Jawabannya: 11 tahun 1 bulan.</p>
<p>Sekarang, bagaimana kalau si sarjana itu bekerja di bidang yang tidak ada hubungannya dengan bidang kuliahnya? Maka Rp 60 juta yang sudah dikeluarkan orang tuanya bisa dikatakan hampir sia-sia. Karena itu, akan lebih baik apabila sejak awal si sarjana kuliah di tempat yang lebih murah. Toh, bidang pekerjaannya berbeda dengan bidang kuliahnya, kan? Jadi buat apa mengambil kuliah di tempat yang mahal biayanya kalau toh bidang pekerjaannya nanti tak berkaitan dengan bidang kuliah?</p>
<p>Dikutip dari Tabloid NOVA No. 650/XIII</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=10&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/strategi-menekan-biaya-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Buat Anak Kost</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/tips-buat-anak-kost/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/tips-buat-anak-kost/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 08:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[trick and tips]]></category>
		<category><![CDATA[anak kost]]></category>
		<category><![CDATA[kos-kosan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Ismah bersorak gembira sambil mengucap alhamdulillah berkali-kali, setelah membaca namanya tercantum di koran yang dipegangnya. Ismah Mar’atus Shalihah, tidak salah lagi, itu nama lengkapnya, ternyata diterima di fakultas Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Itulah fakultas yang diidam-idamkannya sejak SD, karena ia kepingin sekali jadi dokter, seperti bapaknya. Tapi…satu pertanyaan mengusik hatinya. “Benarkah aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=8&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ismah bersorak gembira sambil mengucap alhamdulillah berkali-kali, setelah membaca  namanya tercantum di koran yang dipegangnya. Ismah Mar’atus Shalihah, tidak salah lagi, itu nama lengkapnya, ternyata diterima di fakultas Kedokteran Umum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Itulah fakultas yang diidam-idamkannya sejak SD, karena ia kepingin sekali jadi dokter, seperti bapaknya.<br />
Tapi…satu pertanyaan mengusik hatinya. “Benarkah aku akan kuliah di Jogja?” Sedangkan kini ia dan keluarganya tinggal di Kota Kembang, Bandung. Kost, mungkin itulah yang akan menjadi pilihannya, jika benar-benar akan kuliah di kota pelajar itu. Sebuah pilihan yang mau tak mau harus dilakukan, bagi setiap pelajar yang memutuskan untuk melanjutkan sekolah atau kuliah di tempat yang jauh dari ortu.</p>
<p>Sobat muslimah, menuntut ilmu memang wajib bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan. Masalahnya, bagi seorang muslimah, jika harus pergi jauh dari rumah, maka ia akan terkena hukum safar. Sebagaimana kita ketahui, dalam Islam, jika seorang muslimah berniat safar (bepergian jauh), maka ia harus ditemani oleh mahramnya. Karena itu, sebelum memutuskan untuk menuntut ilmu jauh dari rumah dan harus kost, sebaiknya kamu pilih  alternatif tempat pendidikan lain yang tak terlalu jauh dari rumah, sehingga kamu tak perlu kost.</p>
<p>Bagaimana kalau tak ada alternatif tempat lain yang dekat dengan rumah? Yah, kalau begitu keadaannya, cobalah kamu cari tempat lain, di suatu kota yang boleh jauh dari rumahmu, namun kamu punya mahram di sana, misalnya paman. Jadi, kalau kamu belajar di kota itu, kamu tak perlu kos di tempat orang lain, tapi bisa di rumah pamanmu sendiri, yang masih mahram kamu. Memang sih, rasanya tetap saja tak seenak tinggal di rumah sendiri, karena di sana kamu tetap harus menutup aurat dan menjaga pergaulan dengan sepupu-sepupumu yang bukan mahram.<br />
Kalau benar-benar tak punya saudara di tempat lain, dan kamu  benar-benar hanya ingin sekolah di tempat yang jauh itu, bagaimana? Yah, mungkin terpaksa kamu harus kost.</p>
<p>Tapi…ngomong-ngomong,  sekarang banyak juga pesantren mahasiswa lho. Di antaranya ada yang menerima ikhwan dan akhwat. Daripada kost, mungkin boleh juga kamu pilih pesantren mahasiswa ini.  Jadi, bisa kuliah sekalian nyantri di pesantren. Soal biayanya…, kan ortumu yang nanggung, he..he…</p>
<p>Kalo kamu akhirnya mengambil pilihan untuk kost, ya, berhati-hatilah. Karena ketika seorang gadis remaja hidup di rantau itu banyak sekali tantangannya.</p>
<p>Berikut ini beberapa tips kalo terpaksa kamu harus kost.</p>
<p>1. Pilihlah tempat kost yang khusus untuk putri, kalo perlu, khusus muslimah.</p>
<p>2. Pilih tempat kost yang ada induk semangnya (orang yang bertanggung jawab dan bisa mengawasi).</p>
<p>3. Usahakan kamu memiliki teman satu sekolah/satu kampus, sehingga bisa berangkat dan pulang bersama.</p>
<p>4. Jangan lupa untuk selalu mengunci kamarmu, bila kamu hendak pergi keluar, misalnya kuliah atau belanja.</p>
<p>5. Kalo ada, cari tempat kost yang dekat dengan kampus, agar kamu bisa berangkat dengan jalan kaki, tidak perlu ngebis, agar lebih menghemat uang transpot.</p>
<p>6. Sebisa mungkin carilah lingkungan islami dan teman-teman yang baik agamanya, agar kalian bisa saling menasihati dalam kebenaran.</p>
<p>7. Usahakan pilih tempat kost yang memiliki ruang tamu tersendiri, atau ruang tamu di teras, untuk menerima tamu laki-laki. Jadi kalo ada teman laki-laki yang bertamu, bisa diterima di luar, tidak masuk kamar.</p>
<p>8. Berhati-hatilah dengan perhatian dari teman laki-laki. Biasanya, cowok yang naksir atau jatuh cinta pada anak kost, lebih mudah dan “berani” dalam menjalankan aksinya. Karena “korbannya” jauh dari ortunya. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya anak kost (putri) yang sering “diapeli” teman atau pacarnya, diberi perhatian lebih, dan pada banyak kasus…berakhir dengan hilangnya keperawanan, ataupun hamil di luar nikah.<br />
Kelemahan seorang gadis, apalagi yang jauh dari ortunya, biasanya ia cepat merasa tersanjung bila mendapatkan perhatian dari lawan jenisnya. Apalagi   bila selalu “diserbu” dengan kata-kata I love you.<br />
Kalo kebetulan cowok yang memperhatikan kamu itu kamu nilai baik agamanya, dan kamu juga… ehm, naksir dia, coba aja todong dia untuk melamarmu sekalian. Lho? Ya…daripada sambil kuliah dapat pacar, mending sambil kuliah  dapat suami sekalian. Nanti kan bisa pacaran setelah menikah.  Dijamin halal, dan insyaallah berkah!</p>
<p>9. Jangan lupa untuk rajin menuntut ilmu agama yang benar. Misalnya dengan menghadiri ta’lim-ta’lim atau ceramah-ceramah dakwah dari ustadz-ustadz yang bermanhaj shahih. Karena dengan ilmu, hidupmu akan lebih terarah. Dengan rajin ta’lim, kamu juga akan mendapatkan teman-teman yang shalihah, insyaallah…. (nisanaz)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=8&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/15/tips-buat-anak-kost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu tanah</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/13/ilmu-tanah/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/13/ilmu-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahan kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[fisika tanah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu tanah]]></category>
		<category><![CDATA[kimia tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian tanah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah]]></category>
		<category><![CDATA[tanah pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kuliahaja.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu tanah adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) and atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia. Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=5&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ilmu tanah adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) and atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia.<span id="more-5"></span><br />
Tanah berasal dari pelapukan batuan dengan bantuan tanaman dan organisme, membentuk tubuh unik yang menyelaputi lapisan batuan. Proses pembentukan tanah dikenal sebagai pedogenesis. Proses yang unik ini membentuk tanah sebagai tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau disebut sebagai horizon. Setiap horizon dapat menceritakan mengenai asal dan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah dilalui tubuh tanah tersebut.<br />
Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swis yang bekerja di Amerika Serikat, dalam bukunya Factors of Soil Formation (1941) mengajukan konsep pembentukan tanah sebagai:<br />
S = f(cl, o, r, p, t).<br />
S adalah Soil (Tanah), cl = climate (iklim), o = organism, r = relief (topografi), p = parent material (bahan induk atau batuan), t = time (waktu).<br />
Selain mempelajari faktor dan proses pembentukan tanah, ilmuwan tanah juga mempelajari sifat-sifat dan proses-proses fisika, kimia dan biologi dalam tanah. Sehingga lahirlah disiplin-disiplin<br />
1.	Pedologi<br />
2.	Fisika tanah<br />
3.	Kimia tanah<br />
4.	Biologi tanah<br />
5.	Konservasi tanah<br />
6.	Mekanika tanah<br />
7.	Pemetaan dan survey tanah<br />
8.	Pedometrika</p>
<p>Sejarah ilmu tanah di Indonesia<br />
Ilmu tanah di Indonesia Pertama diajarkan di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (merupakan kelanjutan dari Lanbouw Hogeschool yang didirikan 1940) oleh staf pengajar dari Belanda Prof. Dr. Ir. F.A. van Baren (pakar agrogeologi dan mineralogi) dan Prof. Dr. H.J. Hardon (pakar ilmu tanah dan kesuburan tanah). Kemudian digantikan oleh Drs. F.F.F.E. van Rummelen dan Dr. J. van Schuylenborgh. Akibat nasionalisasi, sejak tahun 1957 digantikan oleh Drs. Manus dan Dr. Ir. Tan Kim Hong. Penelitian tanah di Indonesia mulai saat Indonesia masih dalam kekuasaan kolonial Belanda oleh Dr. E.C.Jul. Mohr (1873–1970). Dr. Mohr yang bertugas di Indonesia sebagai kepala Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek di Bogor telah menjalankan survai di Indonesia sejak tahun 1920. Beliau menerbitkan bukunya tahun 1933:<br />
•	Mohr, E.C.J., 1933. De Bodem der Tropen in het Algemeen, en die van Nederlandsch-Indie in het Bijzonder. (Tanah-tanah di Daerah Tropis, dengan rujukan khusus di Hindia Belanda).<br />
Buku tersebut memaparkan iklim dan komposisi tanah di berbagai tempat di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Timor, Papua, Maluku, Halmahera, Kalimantan dan Sulawesi, disempurnakan dan diedarkan kembali:<br />
•	Mohr, E.J.C., van Baren, F.A. and van Schuylenborgh, J., 1972. Tropical soils: a comprehensive study of their genesis. 3rd edition. Mouton – Ichtiar Baru – van Hoeve, The Hague.<br />
Buku ini masih menjadi rujukan bagi pakar tanah di daerah tropis sampai sekarang.<br />
Sekilas Tentang Tanah</p>
<p>Tanah adalah salah satu sumberdaya alam yang sangat penting. Tidak mungkin ada kehidupan di permukaan bumi tanpa adanya tanah. Berbagai produk tanaman dihasilkan dari tanah, dan produk itu digunakan oleh manusia dan hewan sebagai sumber bahan pangan, pakaian dan bahan bangunan. Meskipun teknologi budidaya tanaman demikian maju, contohnya dengan sistem hidroponik atau aeroponik yang luas, namun tanah sebagai media tumbuh sulit ditinggalkan.</p>
<p>Suatu bencana besar muncul bagi makhluk hidup jika tanah sebagai media tumbuh tanaman mengalami &#8220;kerusakan&#8221;, dalam arti tidak mampu lagi mendukung pertumbuhan tanaman. Hal ini dapat terjadi kalau manusia tidak mampu atau lalai mengelola tanah dengan cara yang benar, baik karena tidak dimilikinya ilmu pengetahuan tentang tanah atau bisa juga karena rendahnya rasa tanggungjawab pengguna tanah/lahan.</p>
<p>Bagaimana cara mengelola tanah dengan tepat dan benar sehingga tidak mudah menjadi rusak dan fungsinya dapat berkesinambungan, khususnya dalam produksi bahan sandang pangan dan bahan bangunan, serta pengendali lingkungan hidup, maka perlu mempelajari tanah secara ilmiah yang mencakup antara lain tentang sifat dan watak, potensinya, usaha pencegahan kerusakan, teknologi pengelolaan, teknologi pemetaan sebaran tanah, serta evaluasi lahan untuk berbagai penggunaan.<br />
DEFINISI TANAH, FUNGSI DAN PROFIL TANAH<br />
Definisi Tanah<br />
1. Pendekatan Geologi (Akhir Abad XIX)<br />
Tanah: adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari bebatuan yang telah mengalami serangkaian pelapukan oleh gaya-gaya alam, sehingga membentuk regolit (lapisan partikel halus).</p>
<p>2. Pendekatan Pedologi (Dokuchaev 1870)<br />
Pendekatan Ilmu Tanah sebagai Ilmu Pengetahuan Alam Murni. Kata Pedo =i gumpal tanah.<br />
Tanah: adalah bahan padat (mineral atau organik) yang terletak dipermukaan bumi, yang telah dan sedang serta terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor: Bahan Induk, Iklim, Organisme, Topografi, dan Waktu.</p>
<p>3. Pendekatan Edaphologis (Jones dari Cornel University Inggris)<br />
Kata Edaphos = bahan tanah subur.<br />
Tanah adalah media tumbuh tanaman</p>
<p>Perbedaan Pedologis dan Edaphologis<br />
1. Kajian Pedologis:<br />
Mengkaji tanah berdasarkan dinamika dan evolusi tanah secara alamiah atau berdasarkan Pengetahuan Alam Murni.<br />
Kajian ini meliputi: Fisika Tanah, Kimia Tanah, Biologi tanah, Morfologi Tanah, Klasifikasi Tanah, Survei dan Pemetaan Tanah, Analisis Bentang Lahan, dan Ilmu Ukur Tanah.</p>
<p>2. Kajian Edaphologis:<br />
Mengkaji tanah berdasarkan peranannya sebagai media tumbuh tanaman.<br />
Kajian ini meliputi: Kesuburan Tanah, Konservasi Tanah dan Air, Agrohidrologi, Pupuk dan Pemupukan, Ekologi Tanah, dan Bioteknologi Tanah.</p>
<p>Paduan antara Pedologis dan Edaphologis:<br />
Meliputi kajian: Pengelolaan Tanah dan Air, Evaluasi Kesesuaian Lahan, Tata Guna Lahan, Pengelolaan Tanah Rawa, Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.</p>
<p>Definisi Tanah (Berdasarkan Pengertian yang Menyeluruh)<br />
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh &amp; berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.</p>
<p>Fungsi Tanah<br />
1.Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran<br />
2.Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara)<br />
3.Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara)<br />
4.Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama &amp; penyakit tanaman.</p>
<p>Dua Pemahaman Penting tentang Tanah:<br />
1.Tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia kebutuhan tanaman, dan<br />
2.Tanah juga berfungsi sebagai pelindung tanaman dari serangan hama &amp; penyakit dan dampak negatif pestisida maupun limbah industri yang berbahaya.</p>
<p>Profil Tanah<br />
Profil Tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke batuan induk tanah.<br />
Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki horison-horison sbb: O –A – E – B &#8211; C – R.<br />
Solum Tanah terdiri dari: O – A – E – B<br />
Lapisan Tanah Atas meliputi: O – A<br />
Lapisan Tanah Bawah : E – B</p>
<p>Keterangan:<br />
O : Serasah / sisa-sisa tanaman (Oi) dan bahan organik tanah (BOT) hasil dekomposisi serasah (Oa)<br />
A : Horison mineral ber BOT tinggi sehingga berwarna agak gelap<br />
E : Horison mineral yang telah tereluviasi (tercuci) sehingga kadar (BOT, liat silikat, Fe dan Al) rendah tetapi pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) dan mineral resisten lainnya tinggi, berwarna terang<br />
B : Horison illuvial atau horison tempat terakumulasinya bahan-bahan yang tercuci dari harison diatasnya (akumulasi bahan eluvial).<br />
C : Lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk (R) atau belum terjadi perubahan<br />
R : Bahan Induk tanah</p>
<p>Kegunaan Profil Tanah<br />
(1) untuk mengetahui kedalaman lapisan olah (Lapisan Tanah Atas = O &#8211; A) dan solum tanah (O – A – E – B)<br />
(2) Kelengkapan atau differensiasi horison pada profil<br />
(3) Warna Tanah</p>
<p>Komponen Tanah<br />
4 komponen penyusun tanah :<br />
(1) Bahan Padatan berupa bahan mineral<br />
(2) Bahan Padatan berupa bahan organik<br />
(3) Air<br />
(4) Udara<br />
Bahan tanah tersebut rata-rata 50% bahan padatan (45% bahan mineral dan 5% bahan organik), 25% air dan 25% udara.<br />
Pustaka:<br />
Beberapa buku ilmu tanah yang diwajibkan pada Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.</p>
<p>Sifat Kimia Tanah<br />
Beberapa sifat kimia tanah yang penting diketahui, meliputi:<br />
(a) reaksi tanah atau pH tanah,<br />
(b) koloid tanah,<br />
(c) kandungan C-organik tanah,<br />
(d) N-total tanah,<br />
(e) C/N tanah,<br />
(f) P-total tanah,<br />
(g) P-tersedia tanah,<br />
(h) kation-kation basa tanah, meliputi: K, Na, Ca, dan Mg,<br />
(i) kation asam tanah, meliputi: Al, Fe dan H,<br />
(j) kapasitas tukar kation total tanah atau KTK-total tanah,<br />
(k) kapasitas tukar kation efektif tanah atau KTK-efektif tanah,<br />
(l) kejenuhan basa tanah (%),<br />
(m) kejenuhan aluminium tanah (%), dan<br />
(n) kandungan bahan organik tanah.</p>
<p>FISIKA TANAH<br />
Fisika tanah adalah cabang dari ilmu tanah yang membahas sifat-sifat fisik tanah, pengukuran dan prediksi serta kontrol (pengaturan) proses fisika yang terjadi dalam tanah. Karena pengertian fisika meliputi materi dan energi, maka fisika tanah membahas pula status dan pergerakan material serta aliran dan transformasi energi dalam tanah.<br />
Tujuan Fisika tanah dapat dilihat dari 2 sisi:<br />
•	Dalam satu sisi, tujuan kajian fisika tanah adalah untuk memberikan pemahaman dasar tentang mekanisme pengaturan perilaku (fisika dan kimiawi) tanah, serta perannya dalam biosfer, termasuk proses saling hubungan dalam pertukaran energi di dalam tanah, serta siklus air dan material yang dapat diangkutnya.<br />
•	Pada sisi lainnya, pemahaman fisika tanah dapat digunakan sebagai asas untuk manajemen sumberdaya tanah dan air, termasuk kegiatan irigasi, drainasi, konservasi tanah dan air, pengolahan tanah dan konstruksi.<br />
Oleh karena itu fisika tanah dapat dipandang sebagai ilmu dasar sekaligus terapan dengan melibatkan berbagai cabang ilmu yang lain termasuk ilmu tanah, hidrologi, klimatolologi, ekologi, geologi, sedimentologi, botani dan agronomi.<br />
Fisika tanah juga erat kaitannya dengan mekanika tanah, dinamika tanah dan teknik sipil.<br />
Area penelitian fisika tanah dapat mencakup:<br />
•	Pengukuran dan kuantifikasi sifat fisik tanah di lapangan<br />
•	Transportasi materi dan energi (berupa air, udara, panas) di dalam tanah<br />
•	Manajemen air untuk irigasi<br />
Sumber:<br />
http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_tanah<br />
faperta.unlam.ac.id/ilmutanah/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=5&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/13/ilmu-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/13/hello-world/</link>
		<comments>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kuliahaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=1&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kuliahaja.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kuliahaja.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kuliahaja.wordpress.com&amp;blog=6942120&amp;post=1&amp;subd=kuliahaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kuliahaja.wordpress.com/2009/03/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b5ddc5f01ed2d17d8f34881bac938ce?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kuliahaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
